3 Lagu BTS ini Mengandung Pesan Kesehatan Mental

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

KOTOMONO.CO – Isu kesehatan mental menjadi masalah nan sering muncul, sehingga banyak musisi nan mengusung konsep musik untuk menyampaikan pesan nan tersirat melalui lirik lagu utamanya rumor kesehatan mental ini. Salah satunya adalah grup vokal laki-laki asal Korea Selatan, BTS nan berada di bawah didikan BigHit Entertainment.

BTS memang kerap kali mengkampanyekan Love Myself  dengan memberikan semangat kepada para penggemarnya lewat lagu-lagu mereka nan melek bakal kehidupan sosial. Sejalan dengan itu, UNICEF memberikan penghargaan spesial kepada mereka pada tahun 2020 sebagai Inspired Awards untuk kategori Integrated Campaigns and Event atas kontribusi mereka dalam memberikan pengaruh positif ke seluruh dunia.

Tampaknya lagu-lagu nan dibawakan BTS bukan hanya sekadar lezat untuk didengarkan, tetapi lirik-lirik nan mereka tuliskan berisikan makna nan mendalam untuk mengekspresikan pesan nan mau mereka sampaikan pada pendengarnya. Dengan mendengarkan dan memahami lirik lagu BTS berikut nan berisikan wacana kesehatan mental, barangkali dapat mengingatkan kita untuk belajar memahami diri sendiri dari emosi sakit, tertekan, cemas dan depresi.

Epiphany – Jin BTS

Lagu epiphany dirilis pada tanggal 9 Agustus 2018 dibawakan secara solo oleh Jin, dijadikan sebagai come back trailer dalam album BTS, Love Yourself : Answer. Epiphany mempunyai makna saat di mana Anda mulai sadar dan mengerti ada perihal lain nan lebih berbobot untuk dirimu sendiri. Lagu ini menyiratkan momen seseorang menemukan titik kembali dalam hidupnya ketika mengalami suatu persitiwa sehingga mengubah langkah pandangnya memandang kehidupan.

Pada lirik pertama Jin menyebut bahwa dirinya merasa asing lantaran segitu mencintai orang lain hingga dia rela menyesuaikan hidupnya seutuhnya demi hidup orang lain. Seiring berjalannya waktu dia mulai sadar, bahwa semakin berkorban dan mengabaikan dirinya sendiri, semakin ini menjadi beban baginya hingga membuatnya tidak bisa menahan gejolak dalam dirinya. Pada akhirnya memberanikan diri untuk mengakui ada perihal lain nan lebih krusial bagi dirinya.

BACA JUGA: Agar Gen-Z Nggak Terkena Toxic Productivity nan Merugikan Diri

Jin tersadar bahwa mencintai diri sendiri adalah perihal nan paling dia butuhkan, meski dia bukan orang nan sempurna tapi ada sisi keelokan nan dia miliki.

Melalui lagu Epiphany, Jin membujuk pendengarnya untuk mendahulukan mencintai diri sendiri dulu dan berakhir terlalu memaksakan diri untuk menyenangkan orang lain. Lagu ini paling banyak menyoroti pada lirik I’m the one should I love atau dirikulah nan kudu kucintai nan sangat menekankan pada penerimaan diri, menghargai dan berterima kasih atas apa nan telah dimiliki hingga dapat menemukan kebahagiaan dalam hidup.

Answer: Love Myself

Masih dalam album nan sama, ialah Love Yourself: Answer terdapat salah satu lagu nan berisikan pesan mendalam kepada para Army untuk menerima dan mencintai diri sendiri lewat lagu berjudul Answer: Love Myself.

Dalam lagu ini, BTS menceritakan dirinya nan sedang mengalami masa keterpurukan dalam hidupnya, dia memandang dirinya seperti orang asing nan tidak dia mengerti. Hal seperti ini biasa dirasakan oleh seseorang ketika mengalami tekanan alias depresi tanpa disadari dia berubah menjadi orang lain.

Melalui bait selanjutnya, BTS mulai berbaikan dengan diri sendiri, dan mengakui bahwa selama ini standar nan diterapkan pada dirinya lebih ketat sehingga dia bakal lebih mudah mencintai orang lain daripada mencintai dirinya sendiri.

Ketika mencintai orang lain kita bakal menerima segala kekurangannya lantaran sosok ideal nan diinginkan sehingga kita lupa bahwa diri kita juga perlu dicintai.

Melalui lagu ini juga BTS mencoba menenangkan kita bahwa bakal ada saatnya kita kandas dalam menggapai tujuan nan sudah kita rencanakan. Tapi tidak perlu cemas dan menghindar, lantaran itu semua nan bakal membikin kita menjadi lebih kuat lantaran setelah kesedihan bakal ada kebahagiaan seperti dalam lirik: ‘Hidup kita panjang, percaya pada diri sendiri saat di dalam labirin ketika musim dingin berlalu, musim semi bakal datang.’

Dimana ‘musim dingin’ menandakan kesedihan lantaran tumbuhan mengalami hibernasi untuk bertahan. Sedangkan ‘musim semi’ menandakan kebahagiaan, setelah melewati musim dingin tumbuhan bakal kembali memulai hidupnya nan baru setelah berjuang memperkuat hidup. Kita kudu percaya bahwa kita bisa melalui semua kehidupan sekalipun itu tidak mudah, lantaran sejatinya setiap manusia tumbuh secara beriringan dengan kelebihan masing-masing.

BACA JUGA: Yoona SNSD Bersama Junho 2PM Akan Beradu Romantis Dalam Drama King The Land

Kita tidak memerlukan persetujuan orang lain untuk mencintai diri sendiri, jatuh bangun dalam hidup mengajarkan kita langkah gimana menghargai diri sendiri lebih dari siapa pun atas semua nan telah dilalui sehingga membentuk kita menjadi lebih bagus seperti dalam lirik ‘Bahkan jejak luka dari kesalahanku membentuk konstelasiku.’

Zero O’clock 

Zero O’clock rilis pada tanggal 21 Februari 2020 lahir dari album Map of The Soul: 7. BTS kembali meluapkan emosi dan emosinya melalui lirik lagu berisikian kekhawatiranya terhadap masa depannya.

Ada saat ketika mereka merasa sedih tanpa argumen dan di saat nan berbarengan orang lain terlihat sibuk mengejar mimpi masing-masing dengan bahagia. Hal seperti ini mungkin pernah juga kita rasakan. Maka ini menimbulkan pertanyaan, apalagi menyalahkan diri sendiri apakah kita sudah salah langkah?

Malam hari menjadi waktu untuk mengistirahatkan tubuh, tapi tidak dengan pikiran. Malam hari kadang menjadi waktu overthinking. Perasaan bercampur kombinasi memikirkan masalah nan ada, mencari jawaban atas segala pertanyaan nan muncul.

Tapi ketika jarum jam menunjuk 00:00 berhentilah sejenak dan berikan nafas untuk pikiranmu nan sesak. Walaupun besok belum tentu berubah menjadi lebih baik, setidaknya kita bisa memulai lagi di hari nan baru seperti dalam lirik lagu terjemahan berikut nan mereka bawakan.

‘Kembali kerumah, berebahan di tempat tidur dan berpikir apakah ini salahku? di malam nan menyesakkan kulihat jam nyaris pukul 00:00. Apakah ada nan berubah? Sepertinya tidak bakal mungkin. Tapi setidaknya hari ini sudah berakhir. Ketika jarum detik dan menit berjumpa dalam satu titik dan bumi menahan nafas untuk sesaat, 00:00 O’Clock.’

Dengan berakhirnya kisah kemarin tepat pada jam 00:00 alias zero o’clock kita telah mempunyai hari nan baru untuk memperbaiki kesalahan kemarin, dan mulailah merasakan kebahagiaan nan ada. Seberat apapun hari nan telah kita lewati kembalikan lagi semua pada Tuhan nan telah menciptakan garis takdir dengan angan besok bisa menjadi jenis lebih baik lagi.

BACA JUGA: 6 Buku Keren ini Viral Berkat Idol Kpop, Termasuk Kesukaan Suga BTS

Melaui lagu Zero O’clock ini BTS menggambarkan emosi nan bisa dirasakan semua orang ketika menghadapi penolakan, upaya nan gagal, perjalanan nan lambat, memperkuat di arus persaingan sehingga memicu beban pikiran nan menyesakkan.

Pada akhirnya muncul pertanyaan apakah perjuangan ini bakal setimpal? apakah langkah kita salah? hanya lantaran telah melewati satu hari nan jelek hingga membikin lupa bahwa kita tetap mempunyai hari besok untuk memulai lagi.

Melalui lirik ini juga BTS memberikan nasihat pendengarnya untuk menenangkan diri dengan meletakkan satu angan nan baik untuk memulai hari nan baru dengan mengampuni serta menerima kesalahan kemarin dengan begitu kita bakal merasa bahagia.

Jadi, setelah mendengarkan lagu BTS tersebut buat kita nan sering merasa insecure, khawatir, tertekan dan kurang menghargai diri sendiri mulailah belajar memahami diri sendiri demi kesehatan mental, lantaran kebahagiaan nan sesungguhnya dapat kita rasakan ketika kita sudah berbaikan dan mencintai diri sendiri.

BACA Tulisan-tulisan menarik dari Sulfianti lainnya.

Sumber Blog Beita Tentang K-Pop - Kotomono
Blog Beita Tentang K-Pop - Kotomono
Atas