NU’EST: The Nocturne Album Review

Sedang Trending 2 tahun yang lalu

Setelah sukses menghembuskan emosi cinta nan manis melalui album ‘The Table’ pada 2019 lalu, kali ini NU’EST masuk dalam dimensi cinta nan lebih mendalam dalam mini album ke-8 mereka, ‘The Nocturne’ nan rilis pada 11 Mei 2020 kemarin.

Tak pernah berakhir mengeksplorasi konsep dan musik mereka, boyband nan debut pada 2012 silam ini kembali menyuguhkan materi cinta dalam rupa nan lain. Terdiri dari 6 track, ada 5 track nan ditulis dan diproduksi oleh Baekho, main vocalist NU’EST, termasuk I’m in Trouble nan menjadi single utama.

Dengan titel The Nocturne, NU’EST hendak menggunakan “malam hari” sebagai konsep nan diterapkan dalam beragam aspek nan melengkapi album ini. Tak hanya dalam track, namun juga dalam konsep visual dan koreografi nan menjadi perihal esensial dalam project comeback setiap boyband K-pop.

Album dibuka dengan track romantis berjudul Moon Dance nan terdengar lembut. Track pembuka ini terdengar seperti lagu rayuan nan manis. Dengan sentuhan lofi beat dan petikan gitar pada komposisinya. Track ini menjadi “pemanas” sebelum menuju emosi cinta nan lebih intim menuju track selanjutnya, I’m in Trouble.

Menjadikan I’m in Trouble sebagai single utama merupakan pilihan nan sangat tepat. Track satu ini memang paling menonjol dan catchy jika dibandingkan dengan track-track lainnya nan lebih chill. Lagu ini menggambarkan emosi jatuh cinta nan mendalam dan “mematikan”.

Aransemen musik tetap mempunyai sentuhan Pop dan R&B. Instrumen bass dalam lagu ini menjadi statement nan paling kuat dan memberikan nuansa sensual dan dewasa nan diinginkan oleh NU’EST. Berbeda dengan single-single sebelum, lagu ini terdengar sangat santuy dan tidak terlalu menonjolkan vokal Baekho maupun Minhyun seperti biasanya. Liriknya termasuk sederhana dan mudah untuk didendangkan oleh pendengarnya.

Firework merupakan track Pop dengan sentuhan Alternative dengan aransemen nan megah. Sementara Back To Me mempunyai aransemen musik Funk Pop nan futuristik sekaligus nostalgic. Track ke-4 dalam album ini merupakan salah satu nan terbaik setelah i’m in Trouble. Kita juga kembali mendengar vokal Baekho dan Ren paling menonjol dalam track satu ini.

Must merupakan track ballad nan datang untuk memberikan jedah setelah beragam lagu dengan tempo nan cukup cepat. Lagu ini juga mempunyai nilai sentimental bagi Ren nan baru saja kehilangan kakeknya pada bulan Maret lalu. Lagu ini merupakan surat nan ditulis Ren untuk mengungkapkan segala emosi cinta dan terima kasih untuk mendiang kakeknya.

Sementara track Shooting Star mempunyai nuansa musik nan pesta dan seremoni nan ceria. Lagu ini dipersembahkan NU’EST untuk para fans setia mereka. Tak hanya vokal dari semua member nan berpadu dengan harmoni, JR juga mendapatkan porsi nge-rap nan lebih banyak dalam track ini. Aransemen musik didominasi musik Pop berpadu dengan musik EDM.

Secara keseluruhan, The Nocturne merupakan rupa malam nan telah diadaptasi dengan elegan dan bagus dalam album terbaru NU’EST. Sebagai album K-Pop, The Nocturne sebetulnya mempunyai lagu nan condong chilling dan lebih mengarah ke aliran R&B daripada Pop. Hal ini sebetulnya bisa menjadi kelebihan bagi NU’EST untuk menjangkau pendengar nan lebih universal, tak terbatas di lingkarang fans K-Pop saja.

Sumber Blog Informasi Tentang K-Pop - Cultura
Blog Informasi Tentang K-Pop - Cultura
Atas