Sisi Gelap Dibalik Spektakulernya Industri Hiburan K-Pop

Sedang Trending 6 bulan yang lalu

KOTOMONO.CO Mau tidak suka alias tidak, idol asal Korea Selatan sangat banyak digandrungi oleh anak muda masa kini. Selain mempunyai talenta dan karya, mereka juga mempunyai daya tarik visual nan dapat memikat para fans.

Mulai dari wajah rupawan hingga proporsi tubuhnya nyaris mendekati kata sempurna , perihal ini membuatnya semakin dipuja-puja. Siapa sih nan bakal nolak jika disuguhin pemandangan orang tampan alias elok nan punya talenta bagus diatas panggung? Semuanya bakal melek lah !

Namun di luar itu semua, rupanya ada beberapa rumor tentang sisi gelap bumi industri intermezo di Korea Selatan lho. Walaupun belum sepenuhnya valid sih, cuman rumor tersebut sempat ramai dibicarakan di kalangan fans kpop wabil unik di Indonesia. Daripada makin kepo, yuk langsung aja kita bahas.

1. Tubuh nan Terus Dikontrol

Kita pasti semua sudah tau, jika tiap artis bakal sangat menjaga penampilan fisiknya. Terlebih jika idol perempuan. Konon katanya mereka juga diberi obat alias semacam pil hormon untuk menghentikan siklus menstruasi. Hal ini dilakukan untuk menjaga performa dan agar tidak mengganggu agenda mereka di bumi hiburan.

Selain itu, corak tubuh seorang idol juga kudu tetap proporsional. Mereka kudu menjaga berat badannya agar tetap ramping. Tak heran jika tubuh seroang idol adalah goals dari banyak orang. Untuk itu mereka rela melakukan diet ketat demi mempunyai badan nan sempurna. Bahkan beberapa diantaranya pernah bercerita jika mereka hanya minum dan makan camilan saja, padahal mereka melakukan olahraga dan berlatih sepanjang hari.

BACA JUGA: Soal Overthinking dan Bagaimana Cara Mengatasinya

2. Hutang Trainee

Saat membentuk golongan untuk didebutkan, pihak agensi bakal memberikan latihan-latihan untuk menghasilkan group nan berkulitas. Tentunya perihal itu juga memerlukan akomodasi nan menunjang bagi setiap personil member. Semuanya memang bakal ditanggung agensi. tapi diawal. Jika mereka sudah debut dan mulai mempunyai penghasilan, group tersebut kudu membayar hutang trainee ini kepada agensi. Pengahasilan nan diterima mereka bisa jadi lebih mini lagi lantaran kudu dibagi rata per member dan dikurangi kembali untuk diberikan ke agensi.

3. Topeng Bikinan Agensi

Yang nggak kalah seru itu apa nan dilihat di layar kaca pasti berbeda dengan nan aslinya. Memang setiap publik figur kudu dituntut memperlihatkan sisi baiknya dihadapan para fans. Mereka bakal selalu menaati dan mengikuti pengarahan agensi selama masa perjanjian berlangsung. Termasuk sifat dan kelakuan nan ada pada diri mereka.

Polesan untuk bersikap menggemaskan, romantis, dan peduli dilakukan lantaran tuntutan pekerjaan demi gambaran baik dihadapan fans. Mungkin saja sebagian dari mereka melakukan dengan tulus, namun kita tidak tahu di belakang layar seperti apa.

BACA JUGA: Blackpink Comeback, nan Bahagia Nggak Cuma Penggemar Saja

Bahkan agensi telah mengatur apa nan bakal dilakukan setiap member saat menghadiri variety show. Perkataan dan perilakunya juga bakal dipantau setiap saat. Karena mereka kudu betul-betul terlihat baik di hadapan publik, mengingat budaya cancel culture di Korea Selatan tetap sangat kental.

4. Mistreatment

Terkadang terdapat perbedaan perlakuan agensi kepada salah satu group dengan group lainnya alias salah satu member dengan member lainnya. Itulah nan dimaksud dengan istilah mistreatment. Bagi fans kpop pasti sudah tak asing dengan perihal itu.

Biasanya fans bakal mencurigai mistreatment pada agensi saat ada ketidakadilan seperti dalam pembagian part bernyanyi, pemberian solo karir, ataupun sikap staf nan acuh kepada member.

Tidak sedikit member group nan akhirnya speak up tentang kejadian mistreatment di agensinya terdahulu. Seperti Elkie eks CLC nan membeberkan kebenaran argumen dirinya keluar dari group CLC dan memutus perjanjian dengan Cube Entertaiment.

BACA JUGA: 5 Rekomendasi Drama Korea On Going Juli 2022 nan Sayang Kalo Dilewatkan

Selain pernah mendapat perkataan nan tidak mengenakkan dari sang komposer, Ia juga menyebut jika lagu La Vien Rose nan semestinya milik CLC diberikan kepada IZ*ONE padahal mereka telah berlatih dengan keras. Hal itu menimbulkan kekecewaan bagi para member dan Elkie merasa tidak ada gunanya untuk tetap stay di agensi tersebut.

5. Prostitusi dan Pelecehan Seksual

Nah ini nan nggak kalah mengerikan, beberapa saat lampau ramai diperbincangkan salah satu idol terlibat skandal besar. Tak hanya prostitusi, tenyata terdapat kasus pelecehan seksual, penggelapan dana, penyelewengan pajak, hingga transaksi jual beli narkoba juga.

Walaupun kabarnya idol tersebut hanya mengelola klubnya saja, tetapi kebenaran membuktikan jika banyak juga selebriti dan petinggi Korea Selatan nan terlibat. Maka dari itu idak menutup kemungkinan jika industri intermezo Korea Selatan ada nan terhubung dalam kasus seperti itu kan ? Yah nggak jauh-jauh dengan Indonesia lah, artis alias selebriti terlibat prostitusi.

BACA JUGA: Lewat Drama Shooting Stars Kita Jadi Tahu Huru-hara Dibalik Industri Hiburan Korea Selatan

Nah itu dia darkside Kpop alias sisi kelam menjadi idol di industri intermezo Korea Selatan. Di hadapan layar kaca memang mereka memperlihatkan sisi baiknya, namun dibaliknya pasti terdapat perihal tersembunyi nan berbanding terbalik. Sebab polesan dan pengaruh agensi sangat kuat disana. Kita sebagai fans cukup menikmati karyanya dan mendukung karirnya saja ya!

Baca Tulisan-tulisan Menarik Avanya Putri Lainnya

Sumber Blog Beita Tentang K-Pop - Kotomono
Blog Beita Tentang K-Pop - Kotomono
Atas