Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

7 Perbedaan Investasi Saham dan Crypto, Pemula Baca Sekarang!

Perkembangan cryptocurrency di dunia saat ini mengalami gejolak yang cukup baik di kalangan masyarakat. Crypto ini menjadi aset yang memiliki peluang investasi menguntungkan ketika ditradingkan, sama halnya dengan saham. Lantas, apa sih perbedaan investasi saham dan crypto?

Untuk memulai investasi crypto yang sedang hits saat, ini maka Anda harus tahu dulu bedanya investasi saham dan crypto. Langsung saja, yuk simak penjelasan lebih lengkapnya di bawah ini!

Perbedaan Investasi Saham dan Crypto

Penasaran dengan perbedaan saham dan crypto? Ini dia perbedaan diantara keduanya:

1. Aset Kepemilikan

Perbedaan investasi saham dan crypto yang pertama terletak dari tipe aset. Apabila Anda membeli saham dari perusahaan melalui bursa efek, maka saham yang Anda beli tersebut mewakili persentase kepemilikan terhadap perusahaan.

Sementara apabila Anda membeli aset crypto, baik berupa token atau koin. Maka aset milik Anda tersebut tak selalu mewakili kepemilikan dari perusahaan atau proyek tertentu.

2. Legalitas dan Regulasi

Apabila ditinjau dari sisi regulasi maka crypto sebagai aset investasi memang belum masih belum ketat. Dalam hal ini, crypto mempunyai misi desentralisasi namun apabila hendak beroperasi pada negara wajib mengikuti aturan.

Di Indonesia sendiri, walaupun crypto telah diizinkan, namun hanya dianggap sebagai komoditas bukan alat pembayaran. Dengan demikian, investasi cryptocurrency diawasi oleh Bappebti, sementara pada investasi saham diawasi oleh OJK.

3. Volatilitas

Perbedaan terbesar antara investasi saham dan crypto terletak dari volatilitas. Di Indonesia, saham mempunyai mekanisme pembatasan volatilitas ketika pasar tak terkendali dengan penghentian sementara perdagangan. Contohnya yakni auto rejection atas dan bawah hingga trading halt.

Hal ini berarti volatilitas dari saham lebih terjaga apabila terjadi penurunan maupun terjadi kenaikan yang signifikan. Berbeda dengan aset crypto dimana tak mempunyai pengendalian dari volatilitas tersebut.

Dengan demikian, aset crypto akan bergerak sesuai dengan supply and demand. Hal ini yang bisa memicu aset crypto mengalami kenaikan dan penurunan secara signifikan.

4. Aspek Fundamental

Dari sisi aset fundamental yang ada pada aset crypto ini sangat berbeda apabila dibandingkan dengan saham. Pada bursa saham, analisis fundamental melibatkan data yang bisa berdampak pada harga ataupun nilai saham.

Sementara pada aset crypto, analisis fundamental dilakukan dengan cara mempertimbangkan aspek-aspek lain misalnya dasar kegunaan dari aset crypto itu sendiri.

5. Waktu Perdagangan

Apabila Anda berinvestasi saham, maka jenis investasi ini hanya akan memberikan layanan secara penuh waktu dari hari Senin hingga Jumat. Sementara itu, pada investasi crypto Anda bisa melakukan transaksi selama 24 jam dalam sehari dan 365 dalam setahun.

Andapun bisa melihat naik turunnya harga crytocurrency secara realtime setiap detiknya bahkan ketika jam tengah menunjukkan tengah malam.

6. Koneksi yang Dimiliki

Dilihat dari sisi koneksi, biasanya transaksi saham memiliki batasan tertentu pada bursa suatu negara. Sebagai contoh apabila trader asing hendak membeli saham yang ada di Indonesia maka harus menyesuaikan dengan peraturan yang terdapat di Indonesia. Contohnya yakni membuat akun sekuritas yang ada dalam negeri.

Sementara itu, pada aset crypto memiliki koneksi yang tak terbatas antar negara. Anda bisa berinvestasi sesuka hati dari negara manapun. Alhasil, jumlah trader yang dapat melakukan transaksi juga semakin banyak.

7. Satuan Transaksi yang Diinvestasikan

Apabila melakukan transaksi saham di Indonesia, maka Anda harus melakukan transaksi paling minim yakni 1 lot atau 100 lembar. Apabila saham saat ini harganya Rp 1000 per saham, maka minimal modal yang harus Anda keluarkan ialah senilai Rp100.000 untuk tiap lot.

Sementara itu, untuk aset crypto walaupun harga tiap koin bisa mencapai jutaan rumah. Namun, untuk trader yang memiliki modal kecil juga bisa melakukan transaksi dan investasi  sesuai modal yang dikeluarkan sebagai pecahan terkecil.

Sebagai contoh, apabila Bitcoin maka Anda bisa membeli hingga pecahan dalam 8 desimal dimana hal ini disebut 1 sats.


Di atas adalah 7 perbedaan yang bisa Anda simak untuk membedakan antara investasi dengan aset saham dan investasi dengan aset crypto. Tentu saja keduanya memiliki perbedaan dalam banyak aspek.

Baiklah, itulah beberapa perbedaan investasi saham dan crypto. Semoga ulasan mengenai perbedaan di atas, bisa membuat Anda semakin paham terkait perbedaan di antara keduanya.

Bagaimana? Lebih tertarik untuk investasi saham atau crypto?

Post a Comment for "7 Perbedaan Investasi Saham dan Crypto, Pemula Baca Sekarang!"