Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Apa Itu Bearish dan Bullish, Ini Penjelasan Lengkapnya!

Bagi investor yang masih pemula, pastinya sering mendengar istilah bearish dan bullish. Apa itu bearish dan bullish? Tenang saja buat Anda yang penasaran, ini dia ciri-ciri bearish market dan bullish market yang bisa Anda simak dengan baik.

Kata bullish sendiri diambil dari bull yakni berari hewan banteng, sementara bearish berasal dari kata bear, yakni beruang. Istilah ini menjadi gambaran dari kinerja pasar saham secara umum. Untuk lebih jelasnya berikut adalah ulasannya!

Penjelasan Bearish dan Bullish

Dari asal muasal yang disebutkan diatas, bisa terlihat bahwa penggunaan istilah di atas merujuk dari cara masing-masing hewan dalam melakukan serangan.

Nah, berikut akan disampaikan pengertian bearish dan pengertian bullish yang perlu Anda ketahui.

Apa itu Bearish?

Secara umum, bearish yakni suatu keadaan ketika pasar saham memiliki harga yang bergerak turun atau terus melemah dalam periode waktu tertentu secara terus menerus. Bearish ini ialah kondisi pasar saham yang sedang downtrend.

Bearish market ialah istilah yang digambarkan dari hewan beruang dimana ketika menyerang akan menggunakan cakar yang dimilikinya dengan pola gerakan yang dimulai dari atas ke bawah. Dengan kata lain, beruang menyerang musuh dengan menggaruk cakar ke bawah.

Hal ini diartikan sebagai suatu kondisi pasar investasi atau trading dimana penjualan sedang banyak terjadi sehingga pasar cenderung melemah atau menurun (bearish). Dengan demikian, arti bearish ialah kondisi ketika pasar sedang melemah atau turun 20%.

Apabila seseorang mengatakan apabila kondisi pasar modal sedang mengalami bearish, maka dapat diartikan bahwa sebagian besar investor sedang mengalami fase secara psikis yakni sedang pesimis dan hati-hati pada kondisi ekonomi yang tak meyakinkan.

Dengan demikian, arti bearish dalam trading ini adalah suatu kondisi ketika pasar saham sedang mengalami penurunan harga sehingga banyak investor merasa pesimis.

Apa Itu Bullish?

Sementara itu, bullish artinya adalah suatu kondisi layaknya benteng menyerang dengan tanduk di kepalannya yang diangkat ke atas dan menyerbu cepat. Istilah ini merujuk pada kondisi yakni ketika pasar sedang naik daun. Pada kondisi bullish biasanya kondisi perekonomian sedang menguntungkan atau uptrend.

Hal ini dipengaruhi juga oleh sikap dari investor. Adapun istilah bullish ini dapat menunjukkan bagaimana perasaan dari investor yang melakukan investasi mengenai pasar dan tren ekonomi yang lainnya.

Apabila kondisi pasar modal sedang mengalami bullish, maka hal ini berarti bahwa investor sedang memiliki rasa optimis yakni ketika indeks pasar mengalami peningkatan.

Bullish ini adalah kebalikan dari bearish, dimana bullish ini membuat investor tersenyum ketika harga pasar saham mengalami kenaikan dalam periode waktu tertentu secara terus menerus.

Dari situlah terlihat bahwa ketika kondisi pasar sedang mengalami bearish ataupun bullish, maka akan mempengaruhi keputusan investasi seseorang. Untuk itu, akan penting bagi Anda sebagai investor dalam mengenal kondisi pasar sebelum memutuskan berinvestasi.

Menentukan Bearish dan Bullish pada Investasi Crypto

Bearish dan bullish ditemukan pada perdagangan saham ataupun crypto. Pada investasi crypto, cara untuk menentukan bearish maupun bullish bisa dilakukan dengan cara melihat tren yang sedang berkembang pada waktu itu.

Pada bull market ini, investor tentu bisa lebih percaya diri karena memiliki harapan bahwa harga crypto akan mengalami kenaikan terus menerus dalam periode waktu tertentu. Namun, agar bisa memprediksi tren semacam ini juga terbilang sulit.

Kunci agar Anda bisa menganalisis dan memprediksi trend bullish dengan mudah ialah Anda melihat penerimaan Bitcoin maupun aset crypto yang lainnya sebagai suatu metode pembayaran juga aset investasi.

Apabila Bitcoin telah diterima oleh masyarakat dalam suatu tempat, maka masa depan aset crypto tersebut akan semakin baik. Hal inilah yang memicu kondisi bullish terjadi pada pasar saham.

Pada pasar bullish, ketika jumlah permintaan tinggi maka pasokan aset dapat berkurang dimana harga aset akan mengalami peningkatan.

Sementara itu, pada pasar bearish hanya memiliki jumlah permintaan yang kecil sehingga hanya sedikit juga investor yang membelinya. Hal ini menyebabkan harga aset mengalami penurunan akibat pasokan aset yang tak banyak.

Baiklah, itu saja pembahasan mengenai apa itu bearish dan bullish. Semoga penjelasan di atas bisa membuat Anda semakin paham pada dunia investasi. Dengan demikian, Anda pun bisa lebih mudah melakukan investasi yang menguntungkan.

Post a Comment for "Apa Itu Bearish dan Bullish, Ini Penjelasan Lengkapnya!"